Kamis, 13 Desember 2007

Video Training M.I.C - HTT Jatim 2007



::Harap bersabar ya, karena menunggu buffering dari youtube::

Linknya untuk copy movie:
http://chi-v272.chi.youtube.com/get_video?video_id=5efJoGdfQUM

1. copy dan paste link-nya untuk download menggunakan DAP ato FLASHGET
2. kemudian hasil download yg bernama get_video di rename dengan nama mic.flv
3. utk memutar gunakan k-lite player ----jika blm punya silahkan download di utility-->>

Selamat mencoba.....

Selasa, 27 November 2007

:: High Return with No Risk ::

Apakah mungkin ada High Return with No Risk?


Selama ini kita mengenal konsep ’High Risk High Return’ dan juga ’Low Risk Low Return’- itu memang berlaku di segala jenis instrumen investasi, meskipun sebagian investor yang canggih alias sophisticated investor akan menyetujui bahwa yang namanya resiko itu memang meningkat seiring dengan return yang kita harapkan.

Tetapi pernahkah anda menjumpai orang-orang yang sudah demikian akrab dengan dunia investasi seakan-akan menganggap bahwa apa yang mereka investasikan tidak terkena dampak resiko sama sekali?

Mereka begitu menikmati naik turun return mereka, gejolak naik turunnya investasi mereka dan juga begitu menikmati gejolak pasar yang terjadi, padahal jelas-jelas itu juga mempengaruhi investasi mereka.

Bagi anda penggemar Robert T. Kiyosaki dan juga Donald Trump serta Warren Buffet - anda pasti pernah membaca bahwa mereka begitu mencintai resiko, sehingga berani untuk terjun ke dalam investasi yang bersifat High Risk High Return?

Jika memang mereka sudah terbiasa dengan sesuatu yang memiliki resiko tinggi, bukankah ini berarti bahwa mereka sudah tidak takut dengan adanya resiko? Kalau mereka tidak takut dengan resiko itu, bukankah mereka menganggap bahwa investasi mereka itu bersifat Low Risk High Return atau bahkan seperti judul yang tercantum - No Risk High Return?

Bagaimana membuat mental kita juga bisa menerima bahwa ’No Risk High Return’? Ini langkah-langkahnya:

  1. Kita harus mengetahui bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini ada resikonya, bahkan bernapas pun ada resiko yaitu menghirup residu beracun yang beterbangan di sekitar kita.
    1. Kalau memang semua ada resiko mengapa kita tidak mengambil resiko yang ada?
    2. Jika tidak mengambil resiko pun adalah suatu resiko, mengapa tidak mengambil resiko untuk maju sekalian?
    3. Jika dipaksa atau sukarela juga adalah resiko....mengapa tidak mengambil resiko secara sadar?
  2. Belajar mencintai resiko. Hm....sebenarnya kita sudah mencintai resiko selama ini, hanya saja tidak pernah kita sadari. Sebagai contoh :
    1. Bagi anda yang senang makanan pedas, sudah tahu kan kalau resikonya adalah mengganggu maag, bisa menimbulkan jerawat, membuat kita makan semakin banyak dan sebagainya - tetapi tetap saja kita senang dengan makanan yang pedas-pedas. Malahan, tanpa pedas tidak terasa nikmatnya.
    2. Kita juga menyenangi permainan-permainan yang cenderung memicu adrenalin kita, misalkan Tornado di Dufan – coba bayangkan kalau mesinnya macet saat kita ada di atas - apa yang terjadi? Bukankah kita tahu bahwa itu juga membuat jantung kita berdebar lebih kencang dan cepat dibanding biasanya, sehingga ada resiko kita gagal jantung di atas permainannya - tetapi sekali lagi, mengapa kita justru senang dengan permainan seperti itu?
    3. Contoh berikutnya ......,.....,..... dan ..... (silakan anda isi sendiri)
  3. Memperhitungkan Resiko. Tentu saja selain kita menyadari bahwa kita hidup dengan penuh resiko, kita sudah belajar mencintai resiko secara sadar maka kita harus belajar memperhitungkan resiko. Bagaimana caranya? Sebenarnya sangat mudah. Intinya cuma 7 huruf, yaitu B.E.L.A.J.A.R. Iya, cuma dengan belajar kita bisa membuat sesuatu yang kelihatan beresiko tinggi menjadi rendah resikonya bahkan cenderung tidak beresiko. Contoh, kita tahu bahwa menggoreng telur itu beresiko bagi kita karena bisa terkena minyak panas dan membakar kulit kita. Tetapi jika kita sudah mempelajari caranya dengan baik maka resiko kita tentu saja akan sangat rendah. Paling keciprat sedikit, tetapi tidak sampai membakar kita. Begitu juga dengan investasi, kita bisa belajar semua instrumen yang dibutuhkan supaya resiko setiap investasi kita menjadi kecil atau hilang sama sekali.

Bagaimana cara belajar mengatasi resiko investasi?

  1. Belajar dari majalah, koran, buku, atau dengan cara membaca.
  2. Belajar dari mendengarkan orang lain yang sedang berbicara mengenai investasi, misalkan lewat radio, televisi dan sebagainya.
  3. Belajar berinvestasi untuk tahu pengalamannya, bisa secara virtual dulu, bentuk klub dengan teman-teman tanpa menggunakan uang sungguhan, atau lewat ’cashflow games’
  4. Ikuti kursus mengenai investasi. Bagi yang suka memasak, sampai rela membayar jutaan supaya bisa membuat kue tertentu, yang belajar merangkai bunga, berbahasa asing dan sebagainya. Sayangnya, banyak orang yang ingin menjadi kaya dan berhasil lewat investasi tetapi tidak mau meluangkan waktu dan uang untuk ikut kursus investasi!!! Fakta yang mengejutkan? Tidak juga - coba tanyakan kepada diri anda sendiri apakah anda ingin kaya dan berhasil? Saya bisa mengetahui jawabannya. Tetapi pertanyaan berikutnya, anda sudah atau berencana untuk ikut kursus investasi? (Informasi untuk anda dari admin MIC-The-Tranformer : sudah tersedia sebuah kursus investasi terpadu bagi para pemula sampai bagi yang ingin profesional di bidang investasi. Informasi silakan hubungi penulis)
  5. Langsung action untuk berinvestasi. Ingat, tanpa action tidak akan ada hasil sama sekali.
  6. Jangan kapok! Ini langkah penting supaya bisa membuat No Risk High Return, sebab yang namanya investasi meski sudah kita prediksi tetap saja bisa tidak sesuai prediksi kita. Jika itu terjadi, jangan kapok - tetapi teruslah belajar dan berinvestasi secara benar.
  7. Carilah mentor atau konsultan yang bisa anda percayai!

Jika 7 langkah di atas anda lakukan dengan baik, dijamin anda juga akan bisa memiliki investasi yang No Risk High Return!

Selamat menikmati!

Do Your Best and Let God Do The Rest!

Ditulis oleh : Leonardus Budi Suryanto (081-8932638)


Minggu, 11 November 2007

:: Pentingnya Financial Planner ::

Source: financialplanner.wordpress.com

Sukses menurut kebanyakan orang adalah identik dengan banyaknya materi yang didapatkan untuk digunakan memenuhi keinginan atau kebutuhan, sehingga orang bisa merasa bahagia. Inilah yang disebut dengan sukses.

Banyak sekali orang yang ingin mencapai kesuksesan tetapi banyak juga yang tidak dapat mencapainya sepanjang masa hidupnya. Banyak orang yang selalu menyalahkan keadaan karena tidak sukses dan berdalih NASIB yang harus diterima dalam kehidupannya. Memang susah dalam menjalankan hidup ini, kalau tidak punya banyak uang menjadi susah, ada banyak uang juga susah. Tetapi menurut saya kalau sama-sama susahnya lebih baik punya banyak uang tetapi susah karena dengan uang masih ada kemungkinan merubah kesusahan menjadi kebahagiaan.

Untuk sukses ada 3 bagian yang harus diperhatikan :

1. Sukses dalam berkarier

2. Sukses dalam memiliki panghasilan

3. Sukses dalam mengatur keuangan

Ketiga hal kesuksesan diatas haruslah dipenuhi secara keseluruhan sebab satu dengan yang lain saling berkaitan. Apabila orang hanya sukses di nomor 1 dan 2 saja, maka cepat atau lambat aset yang dimilikinya akan segera habis atau bahkan sampai tidak pernah punya aset karena selalu habis di tengah jalan. Sedangkan kalau orang hanya sukses di nomor 1 dan 3 saja, biasanya tidak memiliki aset yang besar. Dan kalau orang itu hanya sukses di nomor 2 dan 3 saja, biasanya tidak memiliki kebanggaan karena tidak ada pengakuan dari masyarakat sekitar atau dari lingkungannya. (Teori Kebutuhan Manusia, dari Abraham Maslow).

Jadi untuk kita bisa sukses adalah membutuhkan kesuksesan dari ketiga hal diatas. Dalam hal ini yang ingin saya ulas adalah bagian dari nomor 3, yaitu kesuksesan dalam mengatur keuangan kita. Sering kita dengar ada keluarga yang memiliki total penghasilan hanya 1,5 juta perbulan tetapi anak-anaknya semua berhasil menyelesaikan Sarjana S1. Akan tetapi ironisnya ada keluarga yang memiliki penghasilan berkisar 5 juta setiap bulannya, tetapi masih dililit hutang. Fenomena ini yang sangat menggelikan dan sekaligus juga sangat memprihatinkan. Melihat kejadian seperti inilah maka kita perlu sekali untuk mempelajari yang namanya ilmu PERSONAL FINANCE, suatu ilmu yang sangat berharga untuk pengaturan keuangan pribadi kita sehingga tidak sampai salah langkah yang berdampak pada masalah financial (terbelit hutang).

Semua hal diatas sekarang sudah ada solusinya, yaitu dengan anda mempelajari suatu bidang yang disebut sebagai FINANCIAL PLANNER, yaitu kita bisa mempelajari dengan detail bagaimana pengaturan keuangan kita sehingga tidak sampai terjebak pada penggunaan keuangan yang melebihi kemampuan kita, seperti menggunakan sarana Kartu Kredit yang berlebihan dan pada akhirnya harus membayar hutang Kartu Kredit dengan mencicil yang dikenakan bunga cukup tinggi (3% - 4% per bulan = 36% - 48% per tahun) sedangkan bunga tabungan atau deposito sekarang hanyalah berkisar di 4% - 7% per tahun.

Selain berguna bagi pengaturan keuangan pribadi kita, ternyata sekarang telah muncul Profesi baru sebagai “Financial Planner”, dimana profesi ini sedang trend dikalangan perbankan di luar negri. Karena banyak klien yang memiliki aset besar dan bingung dalam pengaturan keuangan, peluang ini dimanfaatkan oleh kalangan perbankan untuk menarik minat klien menitipkan aset di bank tersebut melalui jasa Financial Planner.

Ok..jika anda tertarik untuk belajar, coba kunjungi www.b-i-c.biz





Rabu, 07 November 2007

:: Video M.I.C - HTT di puncak jabar 2007 ::

:: Setelah berusaha agar video bisa di tampilkan, ternyata akhirnya bisa juga ::



::Harap bersabar ya, karena menunggu buffering dari youtube::

Linknya untuk copy movie:
http://mia-v56.mia.youtube.com/get_video?video_id=0HNkSUYCLLY

1. copy dan paste link-nya untuk download menggunakan DAP ato FLASHGET
2. kemudian hasil download yg bernama get_video di rename dengan nama mic.flv
3. utk memutar gunakan k-lite player ----jika blm punya silahkan download di utility-->>

Selamat mencoba.....

Jumat, 02 November 2007

:: Jangan Pernah Berhenti ::

Penulis : Bpk. Gedhe Prama

Sejumlah sejarahwan yakin, bahwa pidato Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : ‘never give up’ (jangan pernah berhenti).

Sejenak saya merasa ini biasa-biasa saja. Tetapi ketika ada orang yang bertanya ke saya, bagaimana saya bisa berpresentasi di depan publik dengan cara yang demikian menguasai, saya teringat lagi pidato Churchill ini.

Banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya, saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder.

Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal ‘R’ yang tidak pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah canggih yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.

Tidak bisa tidur beberapa minggu, stress atau jatuh sakit, itu sudah biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja menjadi dosen di tempat saya mengajar.

Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai
dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara,hampir dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti berjuang.

Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak
kesempurnaan hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang.

Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.

Di satu kesempatan di awal Juni 1999, sambil menemani istri dan anak-anak, saya sempat makan malam di salah satu restoran di depan hotel Hyatt Sanur Bali. Yang membuat kejadian ini demikian terkenang, karena di restoran ini saya dan istri bertemu dengan seorang penyanyi penghibur yang demikian menghibur.

Pria dengan wajah biasa-biasa ini, hanya memainkan musik dan bernyanyi seorang diri. Modalnya, hanya sebuah gitar dan sebuah organ. Akan tetapi, ramuan musik yang dihasilkan demikian mengagumkan. Saya dan istri telah masuk banyak restoran dan kafe. Namun, ramuan musik yang dihadirkan penyanyi dan pemusik solo ini demikian menyentuh. Hampir setiap lagu yang ia nyanyikan mengundang kagum saya, istri dan banyak turis lainnya. Rasanya susah sekali melupakan kenangan manis bersama
penyanyi ini. Sejumlah uang tip serta ucapan terimakasih saya yang dalam, tampaknya belum cukup untuk membayar keterhiburan saya dan istri.

Di satu kesempatan menginap di salah satu guest house Caltex Pacific Indonesia di Pekan Baru, sekali lagi saya bertemu seorang manusia mengagumkan. House boy (baca : pembantu) yang bertanggungjawab terhadap guest house yang saya tempati demikian menyentuh hati saya. Setiap gerakan kerjanya dilakukan sambil bersiul. Atau setidaknya sambil bergembira dan tersenyum kecil. Hampir semua hal yang ada di kepala, tanpa perlu diterjemahkan ke dalam perintah, ia laksanakan dengan sempurna. Purwanto, demikian nama pegawai kecil ini, melakoni profesinya dengan tanpa keluhan.

Bedanya penyanyi Sanur di atas serta Purwanto dengan manusia kebanyakan, semakin lama dan semakin rutinnya pekerjaan dilakukan, ia tidak diikuti oleh kebosanan yang kemudian disertai oleh keinginan untuk berhenti.

Ketika timbul rasa bosan dalam mengajar, ada godaan politicking kotor di kantor yang diikuti keinginan ego untuk berhenti, atau jenuh menulis, saya malu dengan penyanyi Sanur dan house boy di atas. Di tengah demikian menyesakkannya rutinitas, demikian monotonnya kehidupan, kedua orang di atas, seakan-akan faham betul dengan pidato Winston Churchill : “never give up.”

Anda boleh mengagumi tulisan ini, atau juga mengagumi saya, tetapi Anda sebenarnya lebih layak kagum pada penyanyi Sanur dan house boy di atas. Tanpa banyak teori, tanpa perlu menulis, tanpa perlu menggurui, mereka sedang melaksanakan profesinya dengan prinsip sederhana : “jangan pernah berhenti.”

Saya kerap merasa rendah dan hina di depan manusia seperti penyanyi dan pembantu di atas. Bayangkan, sebagai konsultan, pembicara publik dan direktur sebuah perusahaan swasta, tentu saja saya berada pada status sosial yang lebih tinggi dan berpenghasilan lebih besar dibandingkan mereka. Akan tetapi, mereka memiliki mental “never give up” yang lebih mengagumkan.

Kadang saya sempat berfikir, jangan-jangan tingkatan sosial dan penghasilan yang lebih tinggi, tidak membuat mental “never give up” semakin kuat.

Kalau ini benar, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati kita.

Jangan-jangan pidato inspiratif Winston Churchill - sebagaimana dikutip di awal - justru diperoleh dari guru-guru terakhir seperti contoh diatas.

Rabu, 31 Oktober 2007

:: Foto HTT Part 2 ::

:: Ternyata antusias peserta luar biasa sekali....



:: Nah...setelah ikut seminar ini bagaimana dgn semua impian2 anda?...



:: Jadikan foto2 ini moment untuk membangkitkan semangat anda kembali ketika anda merasa "DOWN" , Karena Semuanya Tidak Ada Yg Tidak mungkin, Bisa tidak bisa....HARUS BISA !!! ::



:: Admin : Jika ada link yg ngga bisa di download tolong beritahu kami lewat kotak komentar....thx

Selasa, 30 Oktober 2007

:: Movie HTT JABAR 2007 ::

Akhirnya....Ini dia movie How To Turn Mission Impossible Into Mission I'm Possible


Silahkan Download....tekan gambarnya...

Nb: Sebaiknya anda download menggunakan flashget atau softwares downloader lainnya,
Dikarenakan file movie-nya sebesar 34,18mb, tapi jika anda menggunakan firefox anda bisa menggunakan plugin flashgot