Source: financialplanner.wordpress.com
Sukses menurut kebanyakan orang adalah identik dengan banyaknya materi yang didapatkan untuk digunakan memenuhi keinginan atau kebutuhan, sehingga orang bisa merasa bahagia. Inilah yang disebut dengan sukses.
Banyak sekali orang yang ingin mencapai kesuksesan tetapi banyak juga yang tidak dapat mencapainya sepanjang masa hidupnya. Banyak orang yang selalu menyalahkan keadaan karena tidak sukses dan berdalih NASIB yang harus diterima dalam kehidupannya. Memang susah dalam menjalankan hidup ini, kalau tidak punya banyak uang menjadi susah, ada banyak uang juga susah. Tetapi menurut saya kalau sama-sama susahnya lebih baik punya banyak uang tetapi susah karena dengan uang masih ada kemungkinan merubah kesusahan menjadi kebahagiaan.
Untuk sukses ada 3 bagian yang harus diperhatikan :
1. Sukses dalam berkarier
2. Sukses dalam memiliki panghasilan
3. Sukses dalam mengatur keuangan
Ketiga hal kesuksesan diatas haruslah dipenuhi secara keseluruhan sebab satu dengan yang lain saling berkaitan. Apabila orang hanya sukses di nomor 1 dan 2 saja, maka cepat atau lambat aset yang dimilikinya akan segera habis atau bahkan sampai tidak pernah punya aset karena selalu habis di tengah jalan. Sedangkan kalau orang hanya sukses di nomor 1 dan 3 saja, biasanya tidak memiliki aset yang besar. Dan kalau orang itu hanya sukses di nomor 2 dan 3 saja, biasanya tidak memiliki kebanggaan karena tidak ada pengakuan dari masyarakat sekitar atau dari lingkungannya. (Teori Kebutuhan Manusia, dari Abraham Maslow).
Jadi untuk kita bisa sukses adalah membutuhkan kesuksesan dari ketiga hal diatas. Dalam hal ini yang ingin saya ulas adalah bagian dari nomor 3, yaitu kesuksesan dalam mengatur keuangan kita. Sering kita dengar ada keluarga yang memiliki total penghasilan hanya 1,5 juta perbulan tetapi anak-anaknya semua berhasil menyelesaikan Sarjana S1. Akan tetapi ironisnya ada keluarga yang memiliki penghasilan berkisar 5 juta setiap bulannya, tetapi masih dililit hutang. Fenomena ini yang sangat menggelikan dan sekaligus juga sangat memprihatinkan. Melihat kejadian seperti inilah maka kita perlu sekali untuk mempelajari yang namanya ilmu PERSONAL FINANCE, suatu ilmu yang sangat berharga untuk pengaturan keuangan pribadi kita sehingga tidak sampai salah langkah yang berdampak pada masalah financial (terbelit hutang).
Semua hal diatas sekarang sudah ada solusinya, yaitu dengan anda mempelajari suatu bidang yang disebut sebagai FINANCIAL PLANNER, yaitu kita bisa mempelajari dengan detail bagaimana pengaturan keuangan kita sehingga tidak sampai terjebak pada penggunaan keuangan yang melebihi kemampuan kita, seperti menggunakan sarana Kartu Kredit yang berlebihan dan pada akhirnya harus membayar hutang Kartu Kredit dengan mencicil yang dikenakan bunga cukup tinggi (3% - 4% per bulan = 36% - 48% per tahun) sedangkan bunga tabungan atau deposito sekarang hanyalah berkisar di 4% - 7% per tahun.
Selain berguna bagi pengaturan keuangan pribadi kita, ternyata sekarang telah muncul Profesi baru sebagai “Financial Planner”, dimana profesi ini sedang trend dikalangan perbankan di luar negri. Karena banyak klien yang memiliki aset besar dan bingung dalam pengaturan keuangan, peluang ini dimanfaatkan oleh kalangan perbankan untuk menarik minat klien menitipkan aset di bank tersebut melalui jasa Financial Planner.
Ok..jika anda tertarik untuk belajar, coba kunjungi www.b-i-c.biz
2 komentar:
wah gue suka posting ini.. bener banget emang kadang org giat-giatya nyari poin ke-1 dan ke-2 tapi malah lupa esensinya..
Postingan yang bagus....saya tunggu postingan selanjutnya. Setuju sama alayne...
Posting Komentar